Restorasidaily | Pematangsiantar, Sumatera Utara
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, sudah selayaknya mengganti jajaran direksi Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) di bawah kepemimpinan Bolmen Silalahi, SP sebagai Direktur Utama, Yusrizal Lubis sebagai Direktur Umum, dan Evra Sassky Damanik sebagai Direktur Operasional.
Ketiga direksi PD PHJ ini diduga menerima setoran uang (upeti) setiap bulan dari para pedagang yang berjualan di lokasi tidak resmi di sekitar Pasar Horas dan Pasar Dwikora (Perluasan).
Seperti yang terlihat di lokasi pajak Ikan di Pasar Dwikora (Perluasan), seorang pengusaha ikan bisa berjualan di pintu (gerbang) yang merupakan fasilitas umum. Bertahun-tahun lamanya, si penjual ikan ini meraup keuntungan tanpa pernah ditindak tegas dikarenakan diduga memberikan upeti (setoran) kepada pihak PD PHJ.
“nama penjual ikan ini Yamat atau Ahmad biasa dipanggil, Bang. Bebas kok dia berjualan di pintu (gerbang) masuk itu. Sementara kami, pedagang lain berjualan di lokasi resmi. Mungkin ada setorannya ke direksi atau pegawai pasar, bang”, sebut beberapa pedagang saat diwawancarai, Jumat (3/4/2026).
Pintu (gerbang) masuk pajak Ikan di Pasar Dwikora yang dijadikan lapak berjualan ikan, tentunya patut dianggap sebagai pedagang liar serta dapat berdampak negatif seperti menyebabkan kemacetan, kekumuhan, serta ketidakadilan bagi pedagang resmi di dalam pajak ikan.
Saat dikonfirmasi, Direktur Operasional PD PHJ Pematangsiantar, Evra Sassky Damanik yang telah menjabat hampir empat tahun lamanya, mengaku tidak mengetahui perihal tersebut. Evra Sassky Damanik bersama dua Direksi lainnya yang kerjanya hanya duduk di kursi empuk di Kantor PD PHJ, justru terkesan terkejut dengan lapak berjualan di pintu (gerbang) masuk pajak Ikan tersebut.
“ah masa iya…senin saya cek ke anggota informasinya…masa ada lapak jualan ikan di pintu gerbang yg di maksud….tks sebelumnya infonya y bung Silok..klu betul ini adalah temuan bagi kami direksi dan dewas untuk menyikapinya….”, ucapnya melalui pesan WhatsApp.
Kinerja Evra Sassky Damanik juga dianggap lamban karena Senin depan akan menyuruh anggotanya untuk mengecek ke lapak berjualan liar di pintu (gerbang) masuk pajak ikan tersebut.(Silok)





