Restorasidaily | Medan, Sumatera Utara
Kinerja Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid PenMad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Provsu), Dr H Erwin Pinayungan Dasopang MSi, sepertinya sangat perlu dievaluasi Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA.
Selama lima tahun lebih sejak Januari 2021 menjabat Kabid PenMad, Erwin Pinayungan Dasopang diduga ikut berperan dan menikmati uang hasil jual-beli mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan H Ahmad Qosbi SAg, MM.

Perihal tersebut terungkap dari pengakuan seorang ASN P3K (Perjanjian Kontrak Kerja) Kanwil Kemenag Sumut, Ridho Rahadian Fauzan SE saat diwawancarai di Rakan Kuphi, Jalan Gagak Hitam, Kota Medan, Jumat (19/6/2026).
Ridho Rahadian Fauzan yang juga menjabat Ketua Harian DPW Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Provinsi Sumatera, itu mengaku sebagai “anak main” Kabid PenMad , Erwin Pinayungan Dasopang. Dia telah banyak meloloskan berkas pengusulan mutasi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag dari beberapa Kabupaten/Kota dengan menerapkan biaya mutasi hingga puluhan juta rupiah.
“aku kan anak mainnya Erwin itu, bang. Jadi, Kabid Madrasah ini adik sepupunya Anggota DPR, Marwan Dasopang, Ketua Komisi Delapan. Sudah banyak lah bang ku bantu urus, yang dari Tapteng juga ada. Kan ada iming-imingnya”, katanya.
Ketika ditanya berapa uang yang diterima Erwin Pinayungan Dasopang saat pengurusan mutasi, Ridho Rahadian Fauzan tidak bersedia menyebutkan nilainya.
“Kabid Madrasah ini kan ruangannya di belakang. Adalah bang, kalau gak gitu mana mungkin berkasnya lewat”, sebutnya.
Ridho Rahadian Fauzan juga mengatakan, beberapa hari lalu dirinya telah diperiksa (dimintai keterangan) oleh pemeriksa dari Inspektorat Jenderal Kemenag RI akibat adanya pengaduan dugaan jual-beli mutasi ASN yang tidak kunjung terealisasi padahal uang puluhan juta rupiah sudah diterimanya.
“baru-baru ini aku kan diperiksa Irjen. Ada guru di MAN Kisaran (Kab Asahan), Imam Suharyadi, minta tolong uruskan mutasi kawannya. Aku diperiksa kasus si Imam itu. Jadi orang itu (pemeriksa Irjen) nanya, kemana aliran uangnya, apa ada ke belakang. Ku bilang gak ada, ku selesaikan sendirilah. Kalau gak, kayakmana mau lewat berkasnya. Adalah bang, awak sikit-sikitlah. Iyalah bang”, ungkapnya.
Menurut Ridho Rahadian Fauzan, permasalahan yang sedang dihadapinya hingga dimintai keterangan oleh Tim Pemeriksa Irjen Kemenag RI dikarenakan adanya dugaan persaingan antara Erwin Pinayungan Dasopang dengan Ahmad Qosbi untuk memperebutkan kursi jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Hingga berita ini diterbitkan, Kabid PenMad Kanwil Kemenag Sumut, Erwin Pinayungan Dasopang, tidak bersedia memberikan tanggapan saat dihubungi serta dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Bahkan Erwin Pinayungan Dasopang telah memblokir nomor WhatsApp wartawan media ini.(Silok)





