Restorasidaily | Simalungun, Sumatera Utara
Kejahatan dalam jabatan yang diperankan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Simalungun, Dr H Bahrum Saleh MA, sepertinya tidak bisa dibiarkan terus-menerus terjadi.
Setelah sebelumnya terungkap dugaan pungutan liar (pungli) terhadap seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (Ka KUA) di Kecamatan, yang diduga dilakukan bersama Kasubbag TU Dedi Kuswandi SPdI MM, untuk membayar honor pengurus/anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) melalui transfer ke rekening pribadi milik Kakan Kemenhaj/umroh, Ghozali Nasution, Bahrum Saleh ternyata juga tega melakukan pemerasan, meminta uang sejumlah Rp5.000.000 (Lima Juta Rupiah) dengan iming-iming jabatan Ka KUA yang tak kunjung terealisasikan hingga saat ini.
Korban kejahatan dalam jabatan yang dilakukan Bahrum Saleh, yakni berinisial MA, seorang penghulu KUA di sebuah Kecamatan. Penyerahan uang kepada Bahrum Saleh dilakukan di RM Panorama, Kota Pematangsiantar, pada bulan Mei 2025 lalu, disaksikan seorang ajudan, anak kandung Bahrum Saleh, serta beberapa orang lainnya.
Hal itu disampaikan MA saat diwawancarai, Rabu (8/4/2026) sekira jam 10.30 WIB.
“sesuai permintaan Pak Bahrum Saleh Hasibuan, Kepala Kemenag Simalungun lah bang. Saya serahkan duitnya, lima juta rupiah. Saksinya, istri saya, ajudan Pak Bahrum namanya Rudi Simbolon, anak Pak Bahrum namanya Qori, seorang P3K bernama Budi Santoso dan istrinya. Di rumah makan Panorama, Pematangsiantar, bulan Mei 2025 lalu, bang”, ucap MA.
Ditanya tentang kegunaan uang yang diberikan kepada Bahrum Saleh, MA mengatakan bahwa itu sesuai permintaan dengan janji akan diberikan jabatan Kepala Kantor Urusan Agama (Ka KUA) Kecamatan Panei.
“saya dijanjikan jabatan Ka KUA Panei. Pak Bahrum Saleh minta uang lima juta, saya kasih, bang. Tapi sampai sekarang, saya gak jadi Ka KUA”, sebutnya.
Terkait janji jabatan yang tak kunjung direalisasikan, apakah tidak dipertanyakan kepada Bahrum Saleh, MA mengaku dirinya dan istrinya sudah berulangkali menghubungi melalui pesan WhatsApp dan SMS.
“sudah bolak-balik kami hubungi, saya juga istri saya, bang. Tapi Pak Bahrum Saleh hanya menjawab sabar dan terus sabar”, ungkap MA yang juga telah membuat pernyataan tertulis bermaterai.

Kakan Kemenag Kabupaten Simalungun, Bahrum Saleh yang coba dikonfirmasi, tidak bisa dihubungi karena telah memblokir WhatsApp wartawan media ini. Hendak ditemui.di kantornya, Bahrum Saleh, tidak berada di ruang kerjanya. Pesan melalui SMS juga tak dibalas guna menjelaskan yang sebenarnya.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Ahmad Qosbi Nasution menyatakan, semua permasalahan yang ada di Kantor Kemenag Kabupaten Simalungun sedang ditindaklanjuti tim Kanwil Kemenag Sumut.
“terimakasih informasinya, tim sedang mendalaminya”, jawab Ahmad Qosbi Nasution saat dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp.(Silok)





