Restorasidaily | Simalungun, Sumatera Utara
Selain permasalahan kutipan uang perpisahan siswa-siswi Kelas XII yang masih ditindaklanjuti Kanwil Kemenag Sumatera Utara, kembali mencuat persoalan baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Simalungun. Uang infaq yang diserahkan seluruh siswa setiap hari Rabu dan Jumat bernilai jutaan rupiah, tidak jelas pertanggungjawabannya alias “raib”.
Plt Kepala MAN Simalungun, Dianti Kesuma Wahyuni, bersama dua Waki Kepala Madrasah, Irmawati Harahap dan Seri Murti Rangkuti, disebut-sebut sebagai pengelola uang infaq, diduga telah memanfaatkannya demi kepentingan pribadi.

Perihal itu berdasarkan penelusuran wartawan Restorasidaily.com di MAN Simalungun, Nagori Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Selasa (12/5/2026).
“kami, semua siswa dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas, memberikan infaq setiap hari Rabu dan Jumat, pak. Kami kumpulkan ke Wali Kelas masing-masing. Biasanya, ada tertera penggunaan uang infaq di papan tulis di ruang guru. Bapak lihat aja, ada atau tidak lagi”, kata beberapa siswa MAN Simalungun, saat diwawancarai.
Ternyata benar, papan tulis yang seyogianya dijadikan tempat transparansi penggunaan uang infaq, terlihat kosong melompong.
Ketika hal ini coba dikonfirmasi kepada Irmawati Harahap yang beberapa bulan dipercaya sebagai bendahara infaq sejak Dianti Kesuma Wahyuni menjabat Plt Kepala MAN Simalungun di Tahun 2025 lalu, enggan memberikan tanggapan. Sambil berlari menuju ruangan guru, dirinya mencoba menghindar dari pertanyaan wartawan.
“bukan saya, bukan saya pak. Bu Murti itu. Sebelumnya memang saya tapi sekarang Bu Murti. Maaf pak, saya mau ke kamar mandi”, ucap Irmawati Harahap saat dicecar pertanyaan. Hampir dua jam lamanya, Irmawati Harahap bersembunyi di kamar mandi yang berada di dalam ruangan guru.
Wakil Kepala MAN bidang Kesiswaan, Seri Murti Rangkuti yang juga dipercaya menjadi bendahara infaq menggantikan Irmawati Harahap sejak Januari 2026, juga menghindar bertemu wartawan. Dia diduga berada di dalam asrama MAN Simalungun, dan tidak masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan tugas mengajar.
Plt Kepala MAN Simalungun, Dianti Kesuma Wahyuni, juga tidak berani keluar dari ruangan kerjanya. Dia ditemani beberapa Wali Kelas yang melakukan kutipan uang perpisahan siswa-siswi Kelas XII tanpa rapat Komite Madrasah.
Sementara, informasi diperoleh dari beberapa pihak yang layak dipercaya, sebagian uang infaq seluruh siswa-siswi MAN Simalungun itu diduga telah dipergunakan untuk kepentingan pribadi dan kebutuhan operasional Dianti Kesuma Wahyuni. Tidak tertutup kemungkinan , Irmawati Harahap dan Seri Murti Rangkuti juga melakukan hal yang sama seperti Dianti Kesuma Wahyuni.(Silok)





