Restorasi Daily
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
Restorasi Daily
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
  • #VIRAL
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Olahraga
HomeBeritaRegionalSumatera UtaraSimalungun

Puluhan Tahun Hidup Sebatangkara di Gubuk Reyot, Nek Painem “Diabaikan” Pemerintahan JR Saragih

Restorasidaily.combyRestorasidaily.com
17 Desember 2017 | 21:26 WIB
inSimalungun
0

Restorasidaily.com | SIMALUNGUN

Meski sudah berulang kali diberitakan oleh beberapa media cetak dan online sejak Tahun 2011 silam, hingga kini, keberadaan Nek Painem di gubuk reyot berdinding tepas bambu tua ini tak kunjung memperoleh perhatian khusus dari Pemkab Simalungun.

Bahkan, DR.JR Saragih,SH,MM yang telah menjabat sebagai Bupati Simalungun sejak Tahun 2010, tak pernah sekalipun berkunjung untuk melihat kondisi gubuk reyot Nek Painem yang hidup sebatangkara selama puluhan tahun dengan kondisi gubuk yang tiang-tiang kayunya sudah digerogoti rayap, serta atap gubuk telah berlubang tersebut.

Gubuk reyot Nek Painem ini berada di Huta II Nagori Karangsari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, sudah selayaknya diperbaiki agar dirinya merasa nyaman hidup dan bertempat tinggal semenjak ditinggal mati suaminya Sariun sejak 1986.

Meski hidup dalam serta kekurangan, Nek Painem tetap tidak putus asa. Selain mendapat bantuan dari warga sekitar untuk kebutuhannya, Nek Painem yang berbalut kulit keriput dan rambut yang sudah memutih terlihat tak lagi kuat dan membuatnya terpaksa hidup untuk sekadar makan dan minum saja, dengan berharap dari belas kasih warga sekitar.

Kesedihanpun sangat terlihat dari mata sang nenek meski ia tersenyum kecil, ketika dirinya menceritakan sedikit tentang keadaan gubuk miliknya, tak dapat dipungkiri ketika hujan tiba gubuk kecil miliknya, sang nenek harus menahan rasa dingin akibat hampit seluruh dinding dan atap gubuknya. Bahkan di dalam kamarnya terdapat banyak sarang laba laba yang menandakan bahwa sang nenek memang tidak mampu berdiri karena usianya yang semakin tua.

Menurut  Nek Painem, semenjak dirinya ditinggal almarhum suaminya Sariun, ia harus menjalani hidup sendiri sampai akhirnya Nek Painem tidak mampu untuk berjalan dan hanya mampu mengesot dan merangkak untuk meraih sesuatu.

”Sejak suami meninggal, aku hidup sendiri, dulunya aku bisa jalan tapi lama-lama terasa susah berjalan mungkin karena sudah tua, hingga akhirnya seperti ini cuma bisa merangkak dan mengesot kalau mau memasak atau mau ke kamar”, ujar Nek Painem

Sementara itu, terkadang untuk makan sehari-harinya, warga sekitar yang ibah sering memberikan makanan dan bahkan salah seorang warga juga kerap membantu sang nenek untuk memasak dan membersihkan rumahnya. Meski demikian Nek Painem masih mampu menahan diri untuk tidak meminta-minta kepada warga meski terkadang kalau kebutuhan dapur sudah habis ia hanya bisa menahan lapar dan tidur dengan penerangan dari sebuah lampu teplok.

“kadang saya kemari untuk membantu nenek masak atau membersihkan rumah, kadang kadangpun nenek ini juga cerita kalau kebutuhan dapurnya sudah habis dia menahan lapar dan nggak pernah mau meminta minta. Kamu juga prihatin melihat kondisi sinenek ini pak, kadang kalau hujan ya kehujanan karena rumahnya sudah pada bolong dana kalau tidurpun cuma pakai lampu teplok”, ucap Ngatiem, tetangga Nek Painem yang malang tersebut.

Hingga saat ini, sang Nenek hanya bisa pasrah akan kondisinya yang sangat mengharukan dan tinggal digubuk yang hanya beralasakan tanah. Semoga, Bupati Simalungun, DR.JR Saragh,SH,MM yang memiliki slogan “Semangat Baru Sumut” itu juga memiliki “Semangat” untuk memperbaiki gubuk reyot Nek Sainem, nantinya.

Penulis ; Nandho

Editor ; Hendro Susilo

 

Share13Tweet8SendShare

Berita Terkait

Bungkam soal Pinjaman Koperasi Ratusan Juta, Dianti Kesuma Wahyuni Gunakan Jasa Guru MTsN 3 sebagai Bendahara MAN Simalungun
Berita

Bungkam soal Pinjaman Koperasi Ratusan Juta, Dianti Kesuma Wahyuni Gunakan Jasa Guru MTsN 3 sebagai Bendahara MAN Simalungun

byRestorasidaily.com
25 Mei 2026 | 09:33 WIB

Restorasidaily | Simalungun, Sumatera Utara  Hingga kini, Plt Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Dianti Kesuma Wahyuni,...

Read moreDetails
Pegawai KUA Siantar Pungli Biaya Nikah 1,4 Juta
Berita

Pegawai KUA Siantar Pungli Biaya Nikah 1,4 Juta

byRestorasidaily.com
20 Mei 2026 | 16:30 WIB

Restoraaidaily | Simalungun, Sumatera Utara  Pungutan liar biaya pengurusan surat nikah di Kantor Urusan Agama di bawah naungan Kantor Kementerian Agama...

Read moreDetails
Tak Hanya Pungli Honor Pengurus LBH, Kasubbag TU Kemenag Simalungun Diduga Memaksa Choir Nasution Mundur dari Jabatan Ka TU MAN
Berita

Tak Hanya Pungli Honor Pengurus LBH, Kasubbag TU Kemenag Simalungun Diduga Memaksa Choir Nasution Mundur dari Jabatan Ka TU MAN

byRestorasidaily.com
19 Mei 2026 | 23:10 WIB

Restorasidaily | Simalungun, Sumatera Utara  Pungutan liar honor pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) terhadap seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan...

Read moreDetails
Hutang Ratusan Juta di Koperasi Kemenag, Plt Kepala MAN Simalungun Diduga Rekayasa Dana DIPA dengan Uang Infaq
Berita

Hutang Ratusan Juta di Koperasi Kemenag, Plt Kepala MAN Simalungun Diduga Rekayasa Dana DIPA dengan Uang Infaq

byRestorasidaily.com
17 Mei 2026 | 13:15 WIB

Restorasidaily | Simalungun, Sumatera Utara  Uang infaq seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, yang diduga telah...

Read moreDetails

Direkomendasikan

Berita

dr Susanti Dewayani Menyematkan Selempang kepada Siswa di Acara Pentas Seni dan Pelepasan Pelajar Kelas XII SMKN 1 Pematangsiantar

30 April 2024 | 20:40 WIB
Berita

Seorang Karyawan PT STTC Tewas dengan Kepala Terputus di Rel Kereta Api

17 Desember 2021 | 14:46 WIB
Berita

Alasan Kegiatan TMMD Kodim 0207, Hefriansyah Minta Waktu 2 Hari Hadiri Panggilan Penyidik Poldasu

15 September 2021 | 14:49 WIB
Hukum & Kriminal

Penadah HP Karyawati BNI, Boboho si Penjual Pulsa Ikut Dipenjara

30 Oktober 2017 | 15:19 WIB
Peristiwa

Presiden Jokowi Bakal ‘Mangulosi’ dan ‘Diulosi’ di Pesta Adat Bobby – Kahiyang

25 November 2017 | 09:44 WIB
Berita

Ide PKK Kabupaten Karo. Pohon Natal Botol Aqua Bekas, Hiasi Taman Ruang Terbuka Hijau  

16 Desember 2019 | 16:16 WIB
Peristiwa

Pelayan Kafe Meninggal Usai Dirazia, Keluarga Tuntut Satpol PP Tapanuli Tengah

16 Januari 2018 | 14:26 WIB
Berita

Menunggak Pajak Kendaraan, Mantan Ketua DPRD Karo Terjaring Razia

3 November 2019 | 20:43 WIB
Berita

Sekolah Islam Diwajibkan Bayar 1,5 Juta, Penmad Kemenag Pematang Siantar Gelar Rapat Koordinasi Operator EMIS di Parapat

20 Oktober 2023 | 10:31 WIB
Berita

Pelaksanaan PPKM Covid 19 di Pematangsiantar. Dagangan Cilok Keliling Dirusak Satpol PP, Pengusaha Kedai Kopi Kok Tong Bebas Beroperasi Hingga Malam Hari

19 Juli 2021 | 09:58 WIB
Berita

Pemkab Simalungun Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Tentang APBD TA 2024

30 November 2023 | 21:47 WIB
Regional

5 Perwira Polres Simalungun Disertijab

23 September 2017 | 20:11 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Terms

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar