Restorasi Daily
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
Restorasi Daily
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
  • #VIRAL
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Olahraga
HomeBerita

Di Pematangsiantar, Pengadaan Alat Kesehatan Wabah Corona Minim Pengawasan

Restorasidaily.combyRestorasidaily.com
11 Mei 2020 | 01:12 WIB
inBerita, Kesehatan, Pematangsiantar
0

Restorasidaily | PEMATANGSIANTAR, SUMATERA UTARA

Pemerintah Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara, mengalokasikan anggaran sebesar Rp42 miliar untuk pencegahan dan penanganan wabah virus corona. Sebagian dari anggaran itu, tentunya digunakan untuk pengadaan alat kesehatan oleh Dinas Kesehatan yang tergabung di Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Namun disayangkan, hingga kini, tata kelola pengadaan alat kesehatan yang disinyalir rawan dikorupsi itu sangat minim dari pantauan dan pengawasan oleh beberapa pihak, yang diharapkan peran sertanya.

Sebagai contoh, untuk tahap pertama, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalui Dinas Kesehatan, telah membeli 1000 alat Rapid Test dari PT GSM (Global Systech Medika) di Jakarta. Namun, ketika dicoba melakukan penelusuran tentang berapa harga alat rapid test tersebut, sangat sulit mengaksesnya.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, dr Ronal Saragih, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), pun tak memahami pasti berapa harganya.

“Yang pertama kemarin itu, seribu ya. Itu, kita akan pesan lagi nanti. Harganya, kurang tahu aku bah. Gak ingat saya berapa harganya itu. Kalau tak salah, harganya lebih dari seratus ribu. Mereknya, kurang tanda aku bang. Beda merek beda harga, bang. Saya, pada awal belinya waktu itu, gak dapat jumlah banyak. Tanya ke PPKnya aja bang”, sebutnya melalui sambungan telepon seluler, Minggu (10/5/2020).

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan alat kesehatan penanganan virus corona, Urat H Simanjuntak, , mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah membeli alat rapid test sebanyak 1000 buah. Direncanakan, sebanyak 2000 alat rapid test akan dipesan kembali.

Alat rapid test, kata Urat H Simanjuntak, dibeli seharga Rp195.000,- (seratus sembilan puluh lima ribu rupiah), dari PT GSM (Global Systech Medika) di Jakarta. Untuk pemesanan 2000 alat rapid test lagi, dirinya belum bisa memastikan harganya.

“Yang kemarin, harganya seratus sembilan lima kayaknya, bang. Kalau harga, bervariasi. Kalau yang punyw kita itu, harganya masih yang terendah. Mereknya, EDAN, bang. Rencananya tiga ribu, cuman yang dua ribu lagi belum tahu juga berapa harganya. Apakah masih dapat merek yang sama, atau merek yang lain. Tergantung situasi ketersediaan barang”, ucapnya melalui sambungan telepon seluler.

Disinggung berapa total anggaran yang disediakan dan telah direalisasikan, Urat H Simanjuntak, berdalih belum seluruhnya direalisasikan. Hal itu sebagai penyebab terbatasnya pembelian alat rapid test.

“Belum, belum semua dicairkan. Kita masih tahap pertama, kemarin itu. Kita ini, belum tahu juga bagaimana rencana belanjanya. Karena belum fix juga dari daftar belanja”, katanya.

Urat H Simanjuntak pun mengaku bahwa pembelian 1000 alat rapid test telah diaudit oleh Inspektorat Pemko Pematangsiantar. Namun sampai saat ini, dia belum ada menerima hasil auditnya.

“Belum ada hasil auditnya sampai sekarang. Ini sifatnya masih pendampingan saja dari mereka (Inspektorat). Kita meyakini harga dari distributor. Kalau mau diaudit, Inspektorat tentunya mengaudit ditujukan ke distributor bukan ke kami. Pembelian itu kan dengan sistem pesanan. Meski banyak distributor lain yang menawarkan ke kita, kita belum yakin apakah barangnya tersedia atau tidak. Kalau untuk yang ini, kita kan butuh yang cepat”, pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut, sudah selayaknya itu menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan sebagai pihak yang diberi wewenang untuk pembelian alat rapid test, juga menjadi sorotan tajam agar jangan sampai melakukan tindakan korupsi pada masa pandemi ini. Begitu juga dengan kinerja aparat/pegawai Inspektorat yang memiliki kewenangan mengaudit anggarannya. Mereka perlu dipantau supaya tidak bermain-mata dengan anggota tim pengadaan, yang ada di Dinas Kesehatan.(Silok)

Share28Tweet18SendShare

Berita Terkait

Dugaan Korupsi SPPG Yayasan Garuda Harapan Baru Dilaporkan ke Kejatisu
Berita

Dugaan Korupsi SPPG Yayasan Garuda Harapan Baru Dilaporkan ke Kejatisu

byRestorasidaily.com
16 Juli 2026 | 08:17 WIB

Restorasidaily | Medan, Sumatera Utara  Korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah terjadi pada Badan Gizi Nasional (BGN),...

Read moreDetails
Razia Narkotika di Spa, Tim BNN Simalungun Bawa Surat Tugas Kadaluarsa
Peristiwa

Razia Narkotika di Spa, Tim BNN Simalungun Bawa Surat Tugas Kadaluarsa

byRestorasidaily.com
24 Juni 2026 | 15:23 WIB

Jabatan AKBP Suhana Sinaga SKom, MSi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Simalungun, sepertinya layak dievaluasi oleh Kepala BNN...

Read moreDetails
Jual Beli Mutasi ASN Diduga Melibatkan Kabid PenMad Kanwil Kemenag Sumut
Berita

Jual Beli Mutasi ASN Diduga Melibatkan Kabid PenMad Kanwil Kemenag Sumut

byRestorasidaily.com
21 Juni 2026 | 10:18 WIB

Restorasidaily | Medan, Sumatera Utara  Kinerja Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid PenMad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenag...

Read moreDetails
Pentas Seni MIS Bhakti Mandiri Pematangsiantar Berlangsung Meriah
Berita

Pentas Seni MIS Bhakti Mandiri Pematangsiantar Berlangsung Meriah

byRestorasidaily.com
19 Juni 2026 | 19:58 WIB

Restorasidaily | Pematangsianțar, Sumatera Utara  Yayasan Pendidikan Islam Bhakti Mandiri Pematangsiantar, melaksanakan kegiatan Pentas Seni sekaligus Pelepasan Siswa/i TK IT Angkatan...

Read moreDetails

Direkomendasikan

Nasional

Berikut Penjelasan Komjen Buwas Tentang Prosedur Pembelian Senjata oleh BNN

28 September 2017 | 08:07 WIB
Berita

Sat Binmas Polres Pematang Siantar Beri Pelatihan Satpam di Panin Bank

14 Agustus 2023 | 16:58 WIB
Berita

Kabid PIP Diskominfo Sumut Membuka Resmi Uji Kompetensi Wartawan Angkatan 44 – 45

31 Oktober 2022 | 22:56 WIB
Peristiwa

Saat Melaut Tiga Nelayan Dilaporkan Hilang

2 Januari 2018 | 12:37 WIB
Berita

Dua Pelaku Curanmor Diringkus Tim Opsnal Polres Karo

11 Desember 2019 | 15:56 WIB
Peristiwa

Jasad Korban Tabrak Lari Disimpan di Ruangan Jenazah RSU Kabanjahe

11 Januari 2018 | 08:33 WIB
Karo

Minim Perhatian, Akses Jalan Menuju Tiga Desa Rusak Parah

11 April 2018 | 22:28 WIB
Sibolga

Kelola Tambang Emas, PT Agincourt Resources Beri Manfaat Berkelanjutan bagi Masyarakat Batang Toru

14 Maret 2018 | 21:17 WIB
Berita

Seratusan Jerigen Solar Diduga Bersubsidi Milik Vendor Replanting Ditimbun di Rumah Karyawan Kebun Balimbingan

13 Maret 2023 | 16:03 WIB
Berita

Bupati Simalungun: “Tidak akan bisa membangun Kampung halaman kita ini, kalau tidak bersama-sama”

4 November 2023 | 11:22 WIB
Berita

Oknum Guru di Kabupaten Karo Diduga Cabuli 9 Anak SD

16 November 2019 | 05:16 WIB
Peristiwa

Simpan 53 Butir, Ratu Ekstasi Tebing Tinggi Ditangkap Polisi

27 Februari 2018 | 21:53 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Terms

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar