Restorasi Daily
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
Restorasi Daily
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
  • #VIRAL
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Olahraga
HomeBerita
Penyidik Poldasu Kabur dan Kecewakan Pelapor Dugaan Penyerobotan Tanah di Depan Taman Hewan

Penyidik Poldasu Kabur dan Kecewakan Pelapor Dugaan Penyerobotan Tanah di Depan Taman Hewan

Restorasidaily.combyRestorasidaily.com
21 Agustus 2021 | 19:37 WIB
inBerita, Pematangsiantar
0

Restorasidaily | PEMATANGSIANTAR, SUMATERA UTARA

Dugaan penyerobotan tanah di depan Taman Hewan Kota Pematangsiantar (THPS) tak kunjung selesai. Padahal, Hendry sebagai pelapor sudah melaporkan dugaan tindak pidana itu sebanyak tiga kali. Dua kali di Polres Pematangsiantar dan satu kali ke Polda Sumut di Medan.

“Sudah ada tiga laporan. Ada yang dilaporkan 4 tahun lalu, tapi belum tuntas. Awal Agustus kemarin, kami juga sudah melapor ke Polda Sumut”, ucap Hendry ditemui di Jalan MH Sitorus, Sabtu (21/8/2021) sekira pukul 16.30 WIB.

Setelah melapor ke Polda Sumut, mereka sudah dimintai keterangan. Rencananya, hari ini, akan dilakukan cek tempat kejadian perkara (TKP).

“Tadi pun beberapa personel Polda Sumut sudah datang”, ujar Hendry.

Namun, sambung Hendry, polisi yang datang tersebut sempat pergi dengan alasan untuk makan siang.

“Kami disuruh tunggu. Tapi, setelah beberapa jam kami tunggu, mereka nggak datang lagi. Kami sangat kecewa”, ungkapnya.

Parahnya, kata Hendry, lewat komunikasi terakhir, oknum polisi itu mengatakan kalau mereka sudah dalam perjalanan menuju Medan. Atas perlakuan oknum polisi itu, Hendry mengaku merasa seakan dipermainkan mentah-mentah.

“Kami hanya rakyat kecil. Kami beli tanah itu secara sah. Kami juga bayar PBB. Tapi, kami hanya dibuat menunggu. Permasalahan ini tidak tuntas-tuntas. Tolonglah beri kami keadilan dan itu menyangkut hak-hak kami selaku pemilik”, sebutnya.

Hendry berharap, aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumut untuk bisa menuntaskan kasus tersebut dengan seadil-adilnya.

“Kami minta jangan ada yang ditutup-tutupi. Semua harus terang benderang agar masalah ini tidak panjang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT di kawasan lahan milik Hendry, Jamin mengatakan, sepengetahuan dia, pemilik lahan tersebut adalah keluarga Hendry. Sebab, sambung Jamin, keluarga Hendry yang memiliki sertipikat asli atas lahan tersebut.

“Saya sudah lihat sertipikat milik Pak Hendry. Mereka punya hak atas lahan itu. Hanya Pak Hendry ini yang memperlihatkan sertipikat itu sama saya. Yang lain tidak ada”, terangnya.

Di kesempatan sebelumnya, Hendry sudah menjelaskan secara rinci. Yakni soal histori atas kepemilikan tanah tersebut. Hendry mengungkapkan, tanah seluas 2.900 m2 di Jalan Gunung Simanuk-Manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, itu didapat lewat transaksi jual beli antara ibunya.

Dia adalah Ng Sok Ai dengan Adriani Rangkuti di hadapan Notaris Aloina Sinulingga SH, pada 4 April 2001 silam. Transaksi jual beli termuat dalam akta Jual Beli Nomor 43/2001 tanggal 4 April 2001 dan Nomor 44/2001, tanggal 4 April 2001.

Hendry pun menceritakan, tanah seluas 2.900 m2 itu terdiri atas 2 buah Sertifikat Hak Milik (SHM), sertifikat satu SHM No. 7/Teladan a/n Adriani Rangkuti seluas 1.400m2 dan dua SHM No. 49/Kampung Teladan a/n Adriani Rangkuti seluas 1.500m2.

“Keduanya (kedua SHM itu) kemudian dibalik nama, dan kini pemilik sah atas tanah itu adalah ibu saya, Ng Sok Ai”, kata pria yang menetap di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat tersebut menceritakan yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Hendry mengingat, di atas tanah memang sebelumnya berdiri bangunan rumah permanen yang menjadi tempat tinggal dari pemilik sebelumnya. Sementara, halaman rumah tersebut sering dipakai oleh masyarakat setempat untuk perparkiran bagi para pengunjung Taman Hewan, terutama pada hari-hari besar.

Selain itu, tanah itu juga sering dipakai untuk acara-acara tertentu yang diadakan oleh Kelurahan Teladan, seperti Acara 17 Agustusan. Dan, tentu untuk setiap acara tersebut, pihak Kelurahan selalu meminta izin dari pemilik.

“Dan, biasanya mereka selalu izin ke kita setiap kali ingin melakukan pinjam pakai lahan”, tandas Hendry.

Lebih lanjut kata Hendry, persoalan muncul sekitar Tahun 2015. Hendry mengatakan, saat itu, tiba-tiba ada bangunan dari papan berdiri tanpa izin.

“Mengetahui hal itu, saya turun langsung ke lokasi dan mempertanyakannya”, papar Hendry. Di sana, Hendry bertemu dengan seorang pria. Oleh pria itu, Hendry disarankan agar datang menemui Lilis Daulay.

Selang beberapa waktu, tepatnya pada 15 September 2016, Hendry didampingi Lurah Teladan, Kamtibmas, Babinsa, dan penasehat hukumnya mengunjungi kediaman Lilis Daulay.” Kebetulan, rumah yang bersangkutan hanya berjarak puluhan meter dari tanah kami”, ucapnya.

Dari penuturan Hendry, ada beberapa sikap Lilis Daulay yang inkonsisten. Dia mengatakan, dalam pertemuan dimana Lurah Teladan, Kamtibmas, Babinsa, dan penasehat hukumnya ikut hadir, Lilis Daulay mengakui bahwa lahan itu bukan miliknya.

“Dalam pertemuan itu, dia mengaku hanya menumpang dan siap meninggalkan lokasi, kapan pun diinginkan,” jelas Hendry. Dari pertemuan itu, lanjut Hendry, Lilis Daulay dalam sebuah surat pernyataan berjanji.

Tak lain akan segera angkat kaki dari tanah miliknya. Persisnya di Jalan Gunung Simanuk-Manuk, dalam tempo sebulan.” Surat pernyataannya lengkap sama kita,” ungkap Hendry, sembari menunjukkan surat pertanyaan dimaksud.

Namun hingga lewat dari tenggat waktu yang diberikan, Lilis Daulay masih saja bergeming. Atas sikap inkonsistensi Lilis, Hendry mengambil tindakan tegas. Lewat kuasa hukumnya, Hendry menempuh jalur hukum.

Lilis Daulay dilaporkan atas kasus penyerobotan tanah ke Polres Kota Pematang Siantar, pada 20 Oktober 2017.Lalu pada 30 Oktober 2017, Hendry diundang pihak Polres Kota Siantar. Saat itu, Hendry diminta untuk menjelaskan kronologi.

Terkait kepemilikan atas tanah dimaksud dan menunjukkan dokumen sah atas lahan di Jalan Gunung Simanuk-manuk.” Sebagai warga negara yang taat hukum, saya jelaskan dan perlihatkan dokumen asli kepemilikan atas tanah kami,” cetus Hendry.

Keesokan harinya pada 31 Oktober 2017, lanjut Hendry, dia kembali dipertemukan dengan Lilis Daulay. Dalam pertemuan kedua itu, Lilis lagi-lagi berjanji akan angkat kaki dan mengosongkan lahan sebelum batas akhir pada 1 Desember 2017.

Janji-janji Lilis itu tertuang dalam surat pernyataan ditandatangani oleh Lilis Daulay serta diketahui oleh Lurah Teladan.” Surat pernyataan Lilis Daulay bersedia mengosongkan lahan sebelum batas akhir 1 Desember 2017, diketahui oleh Lurah Teladan. Masing-masing membubuhkan tanda tangan,” beber Hendry.

Dia mengatakan seluruh bukti-bukti ada padanya. Lalu, Polres Siantar menerbitkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada 3 November 2017, dengan alasan perkara telah dihentikan karena telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tapi, faktanya Lilis Daulay tidak tepat janji. Dia tetap saja menguasai tanah kami,” keluh Hendry. Kesabaran Hendry kembali diuji. Sebab hingga awal Tahun 2021, Lilis Daulay tidak pernah meninggalkan lahan milik orangtuanya. Melihat sikap Lilis Daulay, Hendry tak habis pikir.

Alih-alih berharap persoalan penyerobotan lahan miliknya selesai dengan cara kekeluargaan, justru membuat Hendry makin pusing tujuh keliling. Sikap Lilis Daulay benar-benar membuatnya harus menguras energi ekstra.

“Mediasi sudah, kekeluargaan juga sudah, tapi tetap saja membandel,” gerutu Hendry. Batas kesabaran Hendry pun akhirnya habis. Selaku putra pemilik sah atas lahan di Jalan Gunung Simanuk-Manuk yang saat ini ditempati Lilis Daulay.

Maka Hendry kembali membuat laporan pengaduan ke Polres Siantar. Dalam laporannya dengan Nomor: STTLP/85/III/2021, tertanggal 15 Maret 2021, Hendry menyebutkan Lilis Daulay telah melakukan penyerobotan tanah milik orangtuanya.

Dalam perkara tersebut, Lilis Daulay diduga telah melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 167 dari KUHP. Di sisi lain, Hendry mendapat kabar jika Lilis Daulay malah mau menguasai. Melalui kuasa hukumnya, Lilis Daulay menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. (Tim)

Share229Tweet143SendShare

Berita Terkait

Dugaan Korupsi SPPG Yayasan Garuda Harapan Baru Dilaporkan ke Kejatisu
Berita

Dugaan Korupsi SPPG Yayasan Garuda Harapan Baru Dilaporkan ke Kejatisu

byRestorasidaily.com
16 Juli 2026 | 08:17 WIB

Restorasidaily | Medan, Sumatera Utara  Korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah terjadi pada Badan Gizi Nasional (BGN),...

Read moreDetails
Razia Narkotika di Spa, Tim BNN Simalungun Bawa Surat Tugas Kadaluarsa
Peristiwa

Razia Narkotika di Spa, Tim BNN Simalungun Bawa Surat Tugas Kadaluarsa

byRestorasidaily.com
24 Juni 2026 | 15:23 WIB

Jabatan AKBP Suhana Sinaga SKom, MSi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Simalungun, sepertinya layak dievaluasi oleh Kepala BNN...

Read moreDetails
Jual Beli Mutasi ASN Diduga Melibatkan Kabid PenMad Kanwil Kemenag Sumut
Berita

Jual Beli Mutasi ASN Diduga Melibatkan Kabid PenMad Kanwil Kemenag Sumut

byRestorasidaily.com
21 Juni 2026 | 10:18 WIB

Restorasidaily | Medan, Sumatera Utara  Kinerja Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid PenMad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenag...

Read moreDetails
Pentas Seni MIS Bhakti Mandiri Pematangsiantar Berlangsung Meriah
Berita

Pentas Seni MIS Bhakti Mandiri Pematangsiantar Berlangsung Meriah

byRestorasidaily.com
19 Juni 2026 | 19:58 WIB

Restorasidaily | Pematangsianțar, Sumatera Utara  Yayasan Pendidikan Islam Bhakti Mandiri Pematangsiantar, melaksanakan kegiatan Pentas Seni sekaligus Pelepasan Siswa/i TK IT Angkatan...

Read moreDetails

Direkomendasikan

Regional

Kasat Narkoba AKP Manaek Ritonga ; “Adriansyah dan Zulkifli Hutagalung Masih Ditahan di RTP Polres Simalungun”

19 Maret 2018 | 20:58 WIB
Pematangsiantar

Suami Bawa Kabur dan Hamili Keponakan, Istri Polmen Gultom Gugat Cerai

1 Februari 2018 | 23:48 WIB
Berita

dr Susanti Dewayani Bangga Kepala MAN Pematangsiantar Masuk Kategori 10 Besar Kinerja Terbaik di Sumut

30 April 2024 | 21:15 WIB
Regional

Dituntut 9 Tahun, Pendamping Pelatih Pramuka ini Tersenyum Divonis 7 Tahun Penjara

5 Desember 2017 | 21:16 WIB
Karo

Bupati Karo Tinjau Gedung Tourist Information Centre Berastagi

31 Januari 2018 | 19:25 WIB
Regional

Ganti Nama Pemilik Meteran Sepihak, PDAM Tirtauli dan PLN Diduga Kecewain Pelanggan

26 September 2017 | 18:26 WIB
Berita

Rutinitas Tahunan, IPK Pematangsianțar Berbagi Takjil Puasa Ramdhan

21 Maret 2025 | 17:57 WIB
Berita

Dugaan Penyekapan Kadisdik Simalungun Sedang Diselidiki Polisi Militer Pematangsiantar

20 Mei 2022 | 23:27 WIB
Pematangsiantar

Miris ! Setiap Bulan Gaji Dipotong Rp40 Ribu, 150 THL di BLH Pematangsiantar Tak Bisa Pergunakan BPJS Kesehatan

16 November 2017 | 23:07 WIB
Regional

SPBU Ini Layani Penjualan BBM Diduga Berjenis Solar ke Dalam 10 Drum Plastik

31 Maret 2018 | 20:18 WIB
Berita

Bupati Simalungun Berharap RSUD Tuan Rondahaim Menjadi Rumah Sakit Unggulan

28 Februari 2024 | 20:01 WIB
Berita

Salurkan Bakat Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Adakan Pembinaan Seni Kaligrafi Islam

6 Juni 2024 | 12:05 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Terms

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar