Restorasidaily | Pematangsiantar, Sumatera Utara
Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS menjadi 0% pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyebutkan langkah ini merupakan komitmen BI untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional melalui akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM dan ekonomi digital nasional.
Di tengah tantangan global yang masih berat, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik, dengan pertumbuhan nasional pada triwulan II 2026 mencapai 5,29% (year-on-year) dan Sumatera Utara tumbuh 5,06% (year-on-year), didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor yang tetap terjaga,” ungkapnya.
Sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi nasional, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengumumkan perluasan kebijakan MDR QRIS 0% sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem sistem pembayaran nasional yang efisien, inklusif, dan berdaya saing. Mulai 1 Oktober 2026, kebijakan MDR QRIS 0% tetap berlaku bagi merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi hingga Rp500.000, dan diperluas kepada seluruh kategori merchant, baik usaha kecil, menengah, maupun besar, untuk transaksi hingga Rp100.000, yang sebelumnya dikenakan MDR sebesar 0,7%.
Perluasan MDR QRIS 0% bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya transaksi, khususnya bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melakukan transaksi bernilai kecil, serta mendorong semakin luas penggunaan QRIS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, mengurangi biaya bertransaksi, meningkatkan produktivitas usaha, dan memperkuat inklusi keuangan serta digitalisasi ekonomi nasional. Bagi UMKM, kebijakan ini menjadi insentif untuk semakin memanfaatkan pembayaran digital dalam kegiatan usahanya sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa setiap pengembangan kebijakan sistem pembayaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Oleh karena itu, peluncuran KKI dan perluasan MDR QRIS 0% diharapkan semakin mempercepat adopsi transaksi digital, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Sejalan dengan semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, perbankan, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sebagai bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” kata Ahmadi Rahman.(Dhar)






