Restorasidaily.com – Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kirab Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pematangsiantar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Adam Malik, Pematangsiantar, Selasa (27/10/2026) malam.
Dukungan Pemko Pematangsiantar dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pematangsiantar, Senin (26/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pematangsiantar Fidelis Edy Suranta Sembiring SSTP MSi, Kepala Dinas Pariwisata Hamzah Fanshuri Damanik SSTP MSi, Ketua DPD KNPI Kota Pematangsiantar Arif Harahap, serta Ketua Panitia Pelaksana Kirab Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama Hendri Yahya Saputra MPd bersama jajaran panitia dan sejumlah pihak terkait.
Pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis dan koordinasi antarunsur agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Panitia juga didorong melibatkan berbagai elemen masyarakat sehingga kegiatan tidak hanya menjadi agenda organisasi kepemudaan, tetapi menjadi ruang bersama bagi masyarakat Pematangsiantar.
Kirab kebangsaan dan doa lintas agama tersebut diharapkan menjadi momentum untuk kembali menguatkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Selain memperingati nilai sejarah Sumpah Pemuda, kegiatan ini membawa pesan penting mengenai toleransi dan persaudaraan antarsesama warga, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, budaya maupun golongan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pematangsiantar Fidelis Edy Suranta Sembiring menegaskan, pemerintah daerah menyambut baik berbagai kegiatan kepemudaan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah bangsa. Nilai persatuan yang lahir dari ikrar para pemuda tersebut harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, dan memperkuat kebersamaan.
Pemuda juga dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat agar tetap damai dan kondusif. Karena itu, organisasi kepemudaan diharapkan dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah.
Pemko Pematangsiantar menyatakan dukungannya agar Kirab Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama dapat menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kehadiran pemerintah daerah, KNPI, panitia pelaksana, serta unsur masyarakat dalam persiapan kegiatan juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas elemen untuk menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai kebangsaan.
Bagi KNPI, momentum tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran organisasi kepemudaan sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan nasionalisme, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam menjaga kerukunan masyarakat.
Pemko Pematangsiantar pun berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni peringatan Sumpah Pemuda. Lebih jauh, kirab dan doa bersama diharapkan menjadi simbol kebersamaan seluruh masyarakat dalam merawat nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Semangat tersebut sejalan dengan filosofi Sapangambei Manoktok Hitei, yang mengandung pesan tentang pentingnya bekerja dan bergerak bersama. Seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan, menghargai perbedaan, dan mengambil bagian dalam mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. [*]





