Restorasi Daily
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
Restorasi Daily
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
  • #VIRAL
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Olahraga
HomeBeritaDunia

Pemerintah Amerika Larang Penggunaan Software Kaspersky

REDAKSIbyREDAKSI
16 September 2017 | 08:39 WIB
inDunia
0
ADVERTISEMENT

Restorasidaily– Kemelut yang mendera perusahaan aplikasi keamanan internet Kaspersky di Negeri Paman Sam terus berlanjut. Pekan ini, Department of Homeland Security resmi melarang penggunaan software Kaspersky oleh badan-badan federal dan pemerintah Amerika Serikat.

Dalam arahan yang dikeluarkan oleh Department of Homeland Security, semua badan federal dan pemerintah diinstruksikan untuk mengidentifikasi produk Kaspersky yang dipakai di institusi masing-masing.

Mereka diberikan waktu 30 hari untuk melakukan hal tersebut. Setelahnya, dalam tempo 60 hari, badan federal dan pemerintah AS mesti menghapus semua software Kaspersky yang digunakan.

Latar belakang di balik pelarangan tersebut adalah kecurigaan bahwa software Kaspersky bisa dipakai oleh Rusia -negara asal Kaspersky- untuk memata-matai kegiatan pemerintah AS. Sebelumnya, pada Juni lalu, militer AS sudah lebih dulu dilarang memakai produk Kaspersky.

“Pemerintah Rusia, entah bertindak sendiri atau bekerja sama dengan Kaspersky, bisa memanfaatkan akses Kaspersky untuk menjangkau sistem informasi federal sehingga berdampak pada keamanan nasional,” ujar Department of Homeland Security.

Sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno dari Cnet, Kamis (14/9/2017), Kaspersky menampik tudingan pemerintah AS dan mengatakan bahwa sejauh ini tak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

” Kaspersky Lab tidak pernah dan tidak aakn pernah membantu pemerintah manapun di dunia dalam upaya spionase cyber atau serangan cyber,” sebut Kaspersky dalam tanggapannya.

Soal upaya mata-mata di ranah cyber mulai ramai dibicarakan di AS usai kejadian bocornya e-mail kandidat presiden dalam masa kampenye tahun lalu. Upaya mata-mata banyak dikaitkan dengan Rusia sehingga Kaspersky pun terkena getahnya.

Selain pemerintah AS, dalam waktu berdekatan pekan ini, jaringan ritel Best Buy juga memutuskan untuk menarik semua produk Kaspersky dari toko-tokonya. <T0S>

 

Share10Tweet7SendShare

Berita Terkait

Berita

Pemda Karo Jemput Korban Trafficking di Bandara Kualanamu

byRestorasidaily.com
28 Oktober 2019 | 15:35 WIB

Restorasidaily | DELI SERDANG/KARO      Korban "Trafficking" berinisial SRAP (15), warga Desa Simpang Ujung Aji, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, akhirnya...

Read moreDetails
Dunia

Awal Baru Perseteruan Trump dan FBI

byREDAKSI
3 Februari 2018 | 09:58 WIB

Washington: Presiden Donald Trump menyerang integritas FBI dan Kementerian Kehakiman. pada Jumat dalam sebuah pertarungan luar biasa soal penyiaran memo...

Read moreDetails
Dunia

Presiden AS Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

byREDAKSI
7 Desember 2017 | 09:18 WIB

Restorasidaily.com -Washington: Presiden Donald Trump, Rabu, 6 Desember 2017 waktu setempat, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ia mengatakan bahwa...

Read moreDetails
Dunia

Mencekam !! Pura-Pura Antre Makanan, Wanita di Nigeria Ledakkan Diri

byREDAKSI
3 Desember 2017 | 09:37 WIB

Restorasidaily.com - Maiduguri: Seorang wanita yang berpura-pura mengantre jatah makanan meledakkan dirinya di sebuah pasar padat pengunjung di Nigeria, Sabtu...

Read moreDetails

Direkomendasikan

Peristiwa

Wanita Tua Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggiran Saluran Irigasi. Keluarga Siapakah ini ?

5 Maret 2018 | 11:21 WIB
Berita

Tingkatkan Kualitas Pemberitaan Ekonomi, Kpw BI Pematangsiantar Gelar Capacity Building Media

2 Desember 2025 | 16:31 WIB
Peristiwa

Disiksa Ibu Asuh Seperti “Binatang”, Gadis “Keterbelakangan Mental” Diselamatkan Bhabin Kamtibmas dan Warga

2 Desember 2017 | 13:44 WIB
Regional

Tanpa Pegawai SKPD Terkait, “Plesiran” Anggota DPRD ke Bali Bakal Sia-Sia

26 September 2017 | 11:16 WIB
Pematangsiantar

Pimpin Rapat Dinas, Ka Lapas Pematangsiantar Ajak Jajaran Maksimalkan Kualitas Layanan

3 Oktober 2024 | 11:49 WIB
Peristiwa

Habis Total, Mapolres Dharmasraya Dibakar Dua Orang yang Diduga Teroris

12 November 2017 | 08:07 WIB
Dunia

Presiden AS Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

7 Desember 2017 | 09:18 WIB
Berita

Wali Kota Pematang Siantar Hadiri Malam Pagelaran Seni dan Budaya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 49

18 Juli 2023 | 22:18 WIB
Berita

Kain Jongkit Bupati Karo Jadi Rebutan Peserta Lelang, Terjual Rp10 Juta

8 Oktober 2019 | 18:43 WIB
Berita

Buka Pasar Lelang Komoditas, Bupati Simalungun Berharap Pasar Lelang Dapat Mempermudah Pemasaran Hasil Pertanian 

5 Juli 2023 | 10:29 WIB
Peristiwa

Seorang Bayi Ditemukan di Toilet Pesawat Etihad Airways Dalam Kondisi Meninggal

7 Januari 2018 | 09:11 WIB
Hukum & Kriminal

Penjual Sabu Gang Kresek dan Jalan Medan Diringkus

23 September 2017 | 22:23 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Terms

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar