Restorasi Daily
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
No Result
View All Result
Restorasi Daily
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
  • #VIRAL
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
  • Dunia
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Olahraga
HomeBeritaRegionalSumatera UtaraKaro

Musim Kemarau, Petani Jagung di Karo Merugi

Restorasidaily.combyRestorasidaily.com
24 Oktober 2017 | 18:07 WIB
inKaro
0

Restorasidaily.com | KARO

Ribuan hektare tanaman jagung di Kecamatan Tigabinanga, Laubaleng dan Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo diprediksi bakal gagal panen (puso), akibat musim kemarau panjang yang melanda daerah ini sekitar 3 bulan lebih.

Ancaman kekeringan tersebut sangat berdampak buruk bagi kelangsungan hasil produksi petani. Sebab, bukan saja tanaman jagung yang gagal panen, tapi seluruh lahan pertanian produktif terancam mengalami kekeringan. Walhasil, para petani juga ikut merugi ratusan juta rupiah.

“Yah, dipastikan tanaman jagung kami gagal panen akibat kekurangan air. Banyak yang mati dan tidak berbuah, ada juga yang masih tumbuh tapi pertumbuhannya lambat, batangnya kerdil (pendek) dan daunnya ringut (keriput),” ucap seorang petani bermarga Sembiring (45) di Desa Tigabinanga, Senin (23/10/2017).

Dikatakan, peristiwa gagal panen sering terjadi di daerahnya. Namun Pemerintah Kabupaten Karo tidak bisa memberikan solusi untuk mengatasi gagal panen yang merugikan petani.

“Dampak kekeringan ini bukan kami saja yang merugi, tapi akan berpengaruh juga bagi tanaman pangan yang menjadi tumpuan masyarakat lainnya. Jika pemda tidak dapat memberikan solusinya,” ketusnya.

Hal senada juga dikatakan, Nuke Ginting (50) Petani Jagung asal Desa Mardinding. Lahan pertanian miliknya telah ditanami Jagung sekira 3 bulan yang lalu dengan harapan hasilnya memuaskan. Namun perkiraannya meleset,

“Saat ini tanaman jagung mulai kuning dan kering, bahkan batangnya kerdil dan banyak yang mati. Yah, kali ini saya dipastikan akan merugi. Gak tau lagi mau mengadu kemana,” lirihnya.

Pergerakan atau jarak rembesan air, tersedia didalam tanah rata-rata 65-100 cm. Sehingga jarak rembesan tersebut jelas akan berpengaruh pada penyerapan zat hara maupun air bila tanaman memiliki morfologi perakaran yang pendek.

“Bila terjadi musim kemarau maka jarak rembesan air dalam tanah bisa lebih dalam lagi, akibatnya tanaman yang memiliki perakaran pendek dan dangkal akan mengalami kekeringan,” tambahnya lagi.

Terpisah, menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Karo, Sarjana Ginting mengatakan jika hal ini sering terjadi tentunya sangat berdampak bagi kerawanan pangan dan produksi tanaman. Karena, bukan saja para petani yang merugi tapi pemerintah juga akan merugi.

“Jika produksi petani kurang berarti pemerintah daerah gagal mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat. Jadi bantuan bibit unggul dari pemerintah pusat akan sia-sia akibat kemarau panjang. Begitu juga dengan infrastruktur pertanian tidak mendukung untuk mengatasi kekeringan,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap agar pihak Pemerintah Daerah dapat melakukan pendekatan teknis seperti mengefektifkan informasi prakiraan iklim yang dihasilkan dari BMKG atau lembaga cuaca lainnya untuk memprediksi terjadinya kekeringan dan menentukan alternatif teknologi antisipasinya.

Selain itu, memanfaatkan peta rawan kekeringan sebagai informasi awal dalam memantau kekeringan dalam kondisi iklim normal serta melakukan analisis dampak anomali iklim terutama terhadap pergeseran musim (awal musim kemarau, musim hujan), penurunan curah hujan tahunan, dan membandingkan musim kemarau dan musim hujan dengan kondisi normalnya.

“Kan dari situ kita bisa menentukan saat dan masa tanam yang tepat dengan memanfaatkan analisis neraca dan kecukupan air untuk mengetahui defisit dan surplus air saat masa tanam yang tepat pada kondisi iklim normal,” tutupnya.

Sementara, sumber data dari BPS Kabupaten Karo tahun 2015 Kecamatan Tigabinanga memproduksi jagung sebanyak 180.301 ton, Kecamatan Lau Baleng 112.799 ton dan Kecamatan Mardinding 82.60 ton.

Sekedar diketahui, Kecamatan Tigabinanga merupakan salah satu penyumbang terbesar produksi jagung dan kategori daerah terbaik di Kabupaten Karo untuk produksi jagung.(Anita)

Share24Tweet15SendShare

Berita Terkait

Bupati Simalungun Hadiri Pra Musrembang RKPD 2025 Provinsi Sumatera Utara
Berita

Bupati Simalungun Hadiri Pra Musrembang RKPD 2025 Provinsi Sumatera Utara

byRestorasidaily.com
29 Januari 2024 | 23:05 WIB

Restorasidaily | Karo Sumatera Utara    Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menghadiri kegiatan pra Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah...

Read moreDetails
Berita

Rapat Paripurna Ranperda Limbah B3 dan Ijin Lingkungan DPRD Karo, Diskors

byRestorasidaily.com
19 Desember 2019 | 18:11 WIB

Restorasidaily | KARO      Agenda rapat paripurna di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karo soal penyampaian nota penjelasan Rancangan...

Read moreDetails
Berita

Edarkan Narkoba di Villa Berastagi, Warga Binjai Diringkus Personel Polsek Berastagi

byRestorasidaily.com
17 Desember 2019 | 20:16 WIB

Restorasidaily | KARO      Seorang mahasiswa berinisal AAF (22), warga Jalan Perintis Kemerdekaan I Lingkungan V, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai...

Read moreDetails
Berita

Lagi, Bangkai 13 Ekor Babi Berserakan di Jalan Lingkar Kabanjahe

byRestorasidaily.com
17 Desember 2019 | 20:06 WIB

Restorasidaily | KARO      Sepertinya para peternak babi yang tinggal di seputaran jalan Lingkar Kabanjahe, Kabupaten Karo tak mengindahkan himbauan...

Read moreDetails

Direkomendasikan

Karo

BNNK Karo Tes Urine Pelajar SMP-SMA Sederajat

24 Oktober 2017 | 19:06 WIB
Regional

Gelapkan Uang Perusahaan, Khairul Dituntut 4,5 Kelender. ‎

13 Desember 2017 | 10:27 WIB
Hukum & Kriminal

Oknum Residivis Kasus Penadahan Barang Curian Berhasil Kabur

23 Februari 2018 | 20:11 WIB
Olahraga

Berikut 10 Pemain Termahal pada Bursa Transfer Januari 2018

3 Februari 2018 | 09:49 WIB
Hukum & Kriminal

Kobel Kemaluan Kakak Beradik, Opung Tanjung “Nyangkut” di Penjara

12 Oktober 2017 | 20:05 WIB
Pematangsiantar

Pabrik Bumi Sari Prima Buang Limbah ke Sungai

26 November 2017 | 16:49 WIB
Karo

Perusahaan Vendor PLN, PT SBM Belum Bayar Gaji 130 Karyawan

8 Maret 2018 | 22:57 WIB
Berita

Ribuan ASN Pemkab Simalungun Resah, Dipaksa Menjadi Tim Medsos Bupati Radiapoh H Sinaga

8 April 2024 | 15:28 WIB
Berita

Bangkai Babi Masih Dibuang Sembarangan, Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup Kewalahan 

9 Desember 2019 | 21:53 WIB
Pematangsiantar

Langgar PP 11/2017, Pelantikan Budi Utari Siregar Bakal Digugat

4 April 2018 | 12:58 WIB
Peristiwa

5 Mobil Damkar Tak Mampu Selamatkan 4 Bangunan dari Kobaran Api

27 Desember 2017 | 06:32 WIB
Peristiwa

19 Adegan Rekonstruksi Diperagakan dalam Pembunuhan Bayi di Kabupaten Simalungun

7 Juni 2024 | 22:45 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Terms

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • Berita
    • Nasional
    • Regional
    • Dunia
    • Peristiwa
  • #VIRAL
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Opini

© 2025

logo sinata id new


PT DARVE RESTORASI NUSANTARA
Jl. Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Jalan Meranti Burung, Komplek Perumahan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.
[email protected]

rotasibarakberita hari inidanau tobasiantar